Minggu, 08 November 2015

Dandelion

Di padang rumput dipenuhi ilalang, ku coba berlarian berharap menemukan apa yang hilang. kulelahkan kakiku dengan berlari sejauh yang kumampu. kuberhenti dimuka danau yang mendamaikan. kurebahkan tubuhku diatas rumput-rumput hijau.
menghidup udara sesegar ini tak mungkin kutemukan di kota. namun malang, aku menikmati ini hanya sendirian, andai kau disini, kuyakin kau akan berdecak kagum akan surga dunia-Nya. tapi tak apa, aku cukup bahagia dengan keadaan ini, esok akan ku dongengkan perjalananku hari ini saat kita bertemu nanti.
ku melihat helaian dandelion terbang diatas kepala, tak sengaja salah satu menghampiri dan berbisik bagaikan mengajakku kedunianya.
kuikuti arah dandelion itu berpulan, sungguh tempat mendambakan, kutorehkan senyum saat mataku mulai terbelanga kagum, mataku dimanjakan dengan helaian-helaian dandelion di udara, namun ku makin dibuat terpana saat ku melihat satu dandelion tetap utuh mempertahankan kuncupnya sedangkan yang lain sudah  lelah dan menyerah mempertahan keutuhan kuncup.
kudekati dandelion berkuncup itu, kupelankan langkahku agar tak menggangu ketenangannya.
masih utuh, kuncupnya nampak begitu kokoh, walau sebenarnya kutahu, dibalik itu semua ada usaha, kepercayaan, dan kekuatan yang luarbiasa untuk mempertahankan keutuhan daripadanya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar