Entah mengapa aku selalu merasa sebagian dari kebahagiaanku yang telah lama tak kudapatkan kembali datang bersama turunnya hujan. Gemericik suaranya yang merdu mengalahkan suara lembutnya Raisa :D
Aku tak pernah perlu repot-repot mencari tempat indah ataupun mewah untuk sekedar menyandarkan kepala yang telah lelah seharian berkelana, aku cukup berdiri memandang jauh hujan dengan sedikit goresan senyum simpul dibibir.
Bagiku hujan adalah bahagia, keadaan dimana aku tak pernah bosan untuk melaluinya, pernah temanku menyanyakan hujan kepadaku " bukankan hujan identik dengan mengingatkan kita kepada seseorang di masa lalu ? lantas mengapa kau menganggapnya bahagia ?"
Emm, hujan memang terkadang tanpa kita sadari mengingatkan kepada orang-orang dimasa lalu, orang-orang yang sudah sepantasnya tak lagi diingat dimasa kini, lantas mengapa hujan adalah bahagia ?"
Jadi begini, seseorang di masa lalu, seseorang yang pernah menjadi teman dalam melewati waktu, canda, bahagia meski harus berakhir kecewa. bukankah mereka amat berarti di masa itu ? Hujan telah menyadarkan kita bahwa kita tidak boleh munafik, melupakan memang boleh tapi tak ada salahnya sejenak saja menoleh masa lalu, bukan apa-apa, hanya saja agar kita dapat mengambil pelajaran darinya agar tak kecewa kedepannya.
Bersama hujan, aku selalu merasa begitu dicintai tanpa harus jatuh cinta. Merasa hidupku begitu ceria tanpa dia yang telah lama mencipta luka.
Hujan mengajarkanku untuk tak diam, berkarya dan berkarya akan lebih berguna daripada harus berdiam menunggu bahagia .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar