Minggu, 06 Desember 2015


Hay kak Ara... jujur saja aku selalu bingung bagaimana mengawali sebuah tulisan, mencari kalimat yang tepat agar pembaca tak menganggap tulisanku ini monoton. Apalagi kalau nulis surat cinta -___- mungkin aku akan beberapa kali menyobek kertas karena menganggap kalimat pertama yang aku gunakan tak mengesankan, apalagi untuk kalimat-kalimat selanjutnya -__-
Tapi kali ini anggap aja kalimat diatas udah bagus untuk mengawali tulisan ini ya kak..
 Ketahuilah kak, aku hanya seorang perempuan dini, masih jadi anak SMA yang terjebak oleh lika-liku cinta yang mulai berjalan dan merasakan patah hati sebab aku terlalu mempercayai dia yang telah mengajariku perihal memperjuangkan tanpa diperjuangkan.
Aku sering banget stalking twitternya kak Ara , Cuma sekedar untuk menyakinkan kalau hati ini tak pernah merindu,patah hati,dan jatuh cinta sendirian.  Tak jarang setelah baca twitnya kak Ara aku bisa flashback sama temen TK yang dulu pernah lirik-lirik an gitu , ya semacam cinlok deh kak :D
Terimakasih kepada kak Ara, perempuan yang selalu berbahagia dengan pasangannya tanpa memperdulikan jarak , mengajari pada mereka yang punya pasangan bahwa jauhnya jarak tak akan pernah menjauhkan hati yang sudah terlanjur dijatuhkan pada seseorang yang sudah dianggapnya pantas berada didekatnya, menjadi air untuk dahaganya, menjadi rumah untuk terik dan hujannya, menjadi kanan untuk kirinya.
Terimakasih kepada kak Ara, perempuan yang mengajari bagaimana meniadakan patah hati dan belajar jatuh cinta lagi, menyadarkan bahwa hidup tak akan selamanya duka, sebab luka pasti akan malu kemudian beranjak pergi saat hati mulai berbahagia dengan cinta yang sudah kian lama didamba. Mensyukuri apa-apa yang telah diberikan-Nya tanpa harus menangisi yang bukan haknya.
Terima kasih kepada kak Ara, perempuan yang telah menginspirasi perempuan dini ini untuk menulis,sekedar bercerita kepada kerta putih tentang apa yang dirasakan hati, agar tak kowar-kowar kepada mereka yang bisa saja hanya ingin tahu dan kemudian menertawakan. Membuatku paham bahwa menjaga lisan dan mengadu kepada-Nya ternyata make i feel subhanallah J
Kepadamu kak.. aku tak pernah bermaksud sok kenal atau hanya ingin tenar karena dengan lancangnya menulis dengan menyertakan namamu disini, aku hanya ingin berbagi apa yang ku ketahui tentangmu, tentangmu bersama laki-lakimu, tentangmu yang terlalu pandai menetralisir patah hati,tentangmu yang sekejab saja bisa membuat jatuh cinta, tentangmu yang tak kunjung follback twitterku :D (habis ini difollback ya kak, hehe )
Ohya, makasi juga untuk kritiknya yang kemarin kak, sekarang paham banget sama ‘sembari’ dan ‘serambi’ :D bisa deh tu kapan-kapan kita bikin film judulnya ‘antara serambi dan sembari’ hehe.
Selamat bermanja dengan senja yang tak pernah luput dari kagum J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar