Minggu, 06 Desember 2015

menjadi salah satu.


“mengapa mesti ada perpisahan jika pertemuan itu mendamaikan, mengapa mesti ada perselisihan jika kemesraan itu membahagiakan, mengapa mesti ada kesedihan jika rindu itu menggembiarakan.”
Dimalam yang gelap ini aku merasa sepi, sunyi, dan masih tetap dengan kesendirianku. Sempat merasa iri dengan hewan malam yang saling bersahutan, mempamerkan betapa bahagia dan ramainya dunia mereka.
Kuintip langit malam dari jendela kamar, melihat jejeran bintang yang berkedap-kedip dengan kerlipnya. Menunjukkan walaupun ia berada berkilometer jauhnya dari kamarku namun ia tetap mampu memperlihatkan cahaya terang dalam dirinya.
Aku  ingin menjadi salah satu dari bintang itu, menjajarkan diri diantara beribu bahkan jutaan bintang bersinar terang.
Aku ngin menjadi salah satu dari bintang itu, memiliki cahaya terang yang dapat kusampaikan kepada manusia.
Aku ngin menjadi salah satu dari bintang itu,  menerangi diri sendiri tanpa menggantungkan cahaya kepada yang lain.
Aku ngin menjadi salah satu dari bintang itu, menjadi pemeran utama pameran langit kala malam tiba, dipandangi manusia dengan binar matanya.
Aku ngin menjadi salah satu dari bintang itu, dan aku berjanji akan kupertahankan sinarku, memperkuat diri agar tak redup .
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar