“mengapa mesti ada
perpisahan jika pertemuan itu mendamaikan, mengapa mesti ada perselisihan jika
kemesraan itu membahagiakan, mengapa mesti ada kesedihan jika rindu itu
menggembiarakan.”
Dimalam yang gelap ini aku
merasa sepi, sunyi, dan masih tetap dengan kesendirianku. Sempat merasa iri
dengan hewan malam yang saling bersahutan, mempamerkan betapa bahagia dan
ramainya dunia mereka.
Kuintip langit malam dari
jendela kamar, melihat jejeran bintang yang berkedap-kedip dengan kerlipnya.
Menunjukkan walaupun ia berada berkilometer jauhnya dari kamarku namun ia tetap
mampu memperlihatkan cahaya terang dalam dirinya.
Aku ingin menjadi salah satu dari bintang itu,
menjajarkan diri diantara beribu bahkan jutaan bintang bersinar terang.
Aku ngin menjadi salah satu
dari bintang itu, memiliki cahaya terang yang dapat kusampaikan kepada manusia.
Aku ngin menjadi salah satu
dari bintang itu, menerangi diri sendiri
tanpa menggantungkan cahaya kepada yang lain.
Aku ngin menjadi salah satu
dari bintang itu, menjadi pemeran utama pameran langit kala malam tiba,
dipandangi manusia dengan binar matanya.
Aku ngin menjadi salah satu
dari bintang itu, dan aku berjanji akan kupertahankan sinarku, memperkuat diri
agar tak redup .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar