Hay kak Ara... jujur saja aku selalu bingung bagaimana mengawali sebuah
tulisan, mencari kalimat yang tepat agar pembaca tak menganggap tulisanku ini
monoton. Apalagi kalau nulis surat cinta -___- mungkin aku akan beberapa kali
menyobek kertas karena menganggap kalimat pertama yang aku gunakan tak
mengesankan, apalagi untuk kalimat-kalimat selanjutnya -__-
Tapi kali ini anggap aja kalimat diatas udah bagus untuk mengawali tulisan
ini ya kak..
Ketahuilah kak, aku hanya seorang
perempuan dini, masih jadi anak SMA yang terjebak oleh lika-liku cinta yang
mulai berjalan dan merasakan patah hati sebab aku terlalu mempercayai dia yang
telah mengajariku perihal memperjuangkan tanpa diperjuangkan.
Aku sering banget stalking twitternya kak Ara , Cuma sekedar untuk menyakinkan
kalau hati ini tak pernah merindu,patah hati,dan jatuh cinta sendirian. Tak jarang setelah baca twitnya kak Ara aku
bisa flashback sama temen TK yang dulu pernah lirik-lirik an gitu , ya semacam
cinlok deh kak :D
Terimakasih kepada kak Ara, perempuan yang selalu berbahagia dengan
pasangannya tanpa memperdulikan jarak , mengajari pada mereka yang punya
pasangan bahwa jauhnya jarak tak akan pernah menjauhkan hati yang sudah
terlanjur dijatuhkan pada seseorang yang sudah dianggapnya pantas berada didekatnya,
menjadi air untuk dahaganya, menjadi rumah untuk terik dan hujannya, menjadi
kanan untuk kirinya.
Terimakasih kepada kak Ara, perempuan yang mengajari bagaimana meniadakan
patah hati dan belajar jatuh cinta lagi, menyadarkan bahwa hidup tak akan
selamanya duka, sebab luka pasti akan malu kemudian beranjak pergi saat hati
mulai berbahagia dengan cinta yang sudah kian lama didamba. Mensyukuri apa-apa
yang telah diberikan-Nya tanpa harus menangisi yang bukan haknya.
Terima kasih kepada kak Ara, perempuan yang telah menginspirasi perempuan
dini ini untuk menulis,sekedar bercerita kepada kerta putih tentang apa yang
dirasakan hati, agar tak kowar-kowar kepada mereka yang bisa saja hanya ingin
tahu dan kemudian menertawakan. Membuatku paham bahwa menjaga lisan dan mengadu
kepada-Nya ternyata make i feel subhanallah J
Kepadamu kak.. aku tak pernah bermaksud sok kenal atau hanya ingin tenar
karena dengan lancangnya menulis dengan menyertakan namamu disini, aku hanya
ingin berbagi apa yang ku ketahui tentangmu, tentangmu bersama laki-lakimu,
tentangmu yang terlalu pandai menetralisir patah hati,tentangmu yang sekejab
saja bisa membuat jatuh cinta, tentangmu yang tak kunjung follback twitterku :D
(habis ini difollback ya kak, hehe )
Ohya, makasi juga untuk kritiknya yang kemarin kak, sekarang paham banget
sama ‘sembari’ dan ‘serambi’ :D bisa deh tu kapan-kapan kita bikin film
judulnya ‘antara serambi dan sembari’ hehe.
Selamat bermanja dengan senja yang tak pernah luput dari kagum J